
![]()
|
||
![]() RILIS BARU
Didesain fully compatible dengan VCR, Plug and Play, tanpa perlu modifikasi apapun di ruang cockpit, tak ada tambahan H/W player dan demultiplexer, menjadikan DVR lebih handal dan ekonomis (baca selengkapnya). PencapaianDalam usianya yang telah memasuki 17 tahun ini, Infoglobal telah berkembang menjadi salah satu perusahaan penyedia solusi teknologi informasi terkemuka di Indonesia. Berbagai produk dan layanan solusi yang dikembangkan Infoglobal telah diterima dan diimplementasikan secara luas di berbagai instansi pemerintah maupun swasta, kalangan militer, serta perusahaan-perusahaan lokal dan multinasional. Para alumni Infoglobal juga merupakan sosok-sosok yang matang dan mumpuni, yang kini tersebar di berbagai instansi pemerintah dan swasta baik di tingkat nasional, regional maupun dunia. Pada awal 1996, kami mengembangkan SILT (Sistem Informasi Langganan Terpadu) di PLN Cabang Banda Aceh. Kemudian dari sana diikuti dengan implementasi di Cabang Solok Sumatera Barat dan seluruh cabang PLN di wilayah Kalimantan Selatan, Tengah dan Timur, termasuk Tarakan. SILT merupakan sistem informasi pelanggan (Customer Information System / CIS) khas PT. PLN yang mengelola proses bisnis mulai dari pendaftaran calon pelanggan hingga menjadi pelanggan, pencatatan meter, perhitungan dan pelunasan rekening, pengawasan tunggakan, pembukuan, hingga proses pemutusan sebagai pelanggan. Kini SILT sudah dikembangkan jauh lebih lengkap dari versi pertamanya dan menggunakan teknologi mutakhir. Karenanya kami ubah namanya menjadi SIL2004. Implementasinya juga sudah menyebar, tidak saja seluruh NAD, tetapi juga seluruh wilayah Sumatera Barat, seluruh wilayah Kalimantan (Selatan, Tengah, Timur dan Barat), dan Nusa Tenggara Timur. Di sisi lain, Infoglobal mulai masuk ke segmen Pertahanan pada awal 2000. Pada saat itu, kami mulai mengembangkan Flight Clearance untuk pencatatan dan pelacakan ijin masuk pesawat asing ke wilayah Indonesia. Kemudian disusul dengan pengembangan TDAS untuk digunakan di Kohanudnas (Komando Pertahanan Udara Nasional) dan instansi terkait. TDAS merupakan pemroses data tangkapan radar udara, baik dari radar sipil maupun radar militer. Data obyek pesawat yang tertangkap kemudian diteruskan ke Display System untuk ditampilkan secara real time. Implementasi TDAS diawali dari Kosek I dan Popunas Jakarta, yang kemudian diteruskan ke Kosek III Medan, Kosek II Makasar, serta terakhir Kosek IV Biak pada tahun 2006. Dengan demikian, tangkapan radar seluruh Indonesia bisa ditampilkan secara terintegrasi dan real time dalam satu display. Ketika data ini diintegrasikan dengan data Flight Clearance, maka jadilah TDAS sebagai sistem monitoring situasi lalu lintas udara nasional yang lengkap dan canggih. Pada tahun 2002, Infoglobal bahkan termasuk dalam Enterprise50 yang diselenggarakan Majalah SWA bekerjasama dengan Accenture. Tentu saja kami bangga bisa masuk dalam daftar bergengsi ini, karena hal itu merupakan pengakuan atas prestasi dan kemampuan Infoglobal selama ini. Saat ini, sistem yang kami kembangkan sudah tersebar mulai dari Sabang sampai Biak, dari Kupang hingga Manila (lebih jelasnya, lihat peta implementasi Infoglobal). [] |
||
|
||